Corona, Kutukan atau Berkat?

Spread the love

Wabah virus Corona yang telah melanda beberapa negara termasuk Indonesia belakangan ini, sungguh membuat kita semua bertanya-tanya, apa yang Tuhan kehendaki dari semua ini? Mengapa ini bisa terjadi? Apakah ini kutukan atau berkat?

 

Hingga artikel ini saya tulis, telah dikabarkan jumlah angka pasien yang positif Covid-19 di Indonesia mengalami peningkatan yakni mencapai 8.882 orang. Pasien Covid-19 yang sudah sembuh mencapai 1.107 orang dan jumlah pasien meninggal sebanyak 743 orang. Segala upaya telah dilakukan oleh pemerintah dengan menggerakkan masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui program mencuci tangan setelah beraktivitas, menggunakan masker, physical distancing, hingga beberapa daerah harus menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

 

Semua aktivitas yang mengumpulkan massa tidak diperbolehkan, alhasil banyak sekolah dan kampus yang melakukan pembelajaran secara online, tempat ibadahpun sepi dari jemaatnya, restoran dan tempat hiburan harus ditutup untuk sementara sampai batas waktu yang belum ditentukan. Akibatnya aktivitas ekonomipun terkena dampaknya dan kehidupan rakyatpun semakin sulit.

 

Disaat banyak orang harus berada di rumah, para dokter, perawat dan ahli medis lainnya tetap menjalankan tugas dengan cara stand by di rumah sakit dan beberapa tempat kesehatan masyarakat untuk membantu merawat pasien yang terjangkit virus Covid-19. Pemerintahpun tidak segan-segan mengganti fungsi beberapa gedung menjadi rumah sakit untuk menampung para pasien dengan dilengkapi alat kesehatan yang memadahi.

 

Keadaan saat ini sungguh memprihatinkan dan mencemaskan kita semua. Setiap orang dihantui perasaan khawatir dan rasa ketidakpastian kapan semua akan kembali pulih. Di tengah situasi yang sulit ini, kita berteriak; Dimanakah Allah? “Kita seakan berteriak seperti Daud dalam Mazmur 38:8, ketika ia merasa sangat menderita karena penyakit yang ia alami, “Aku kehabisan tenaga dan remuk redam, aku merintih karena degap-degup jantungku.”  Apakah Allah diam saja dalam pandemi Corona ini? Bahkan mungkin ada orang yang mulai bertanya, “Apakah ini suatu hukuman dari Tuhan?”

 

Peran Allah dalam hidup orang percaya diteguhkan dalam Ibrani 13:5b yang berbunyi, “Aku sekali kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali kali tidak akan meninggalkan engkau”. Saat manusia merasakan ketidakberdayaan, maka hendaknya kita meminta pertolongan kepada Tuhan dengan senantiasa berdoa dan berusaha. Kendati virus Corona-19 melanda secara global, bukan berarti kita tidak bisa berbuat apa-apa. Sebagai makhluk sosial, inilah saatnya kita saling menguatkan dan berbagi berkat kepada sesama yang membutuhkan. Mungkin kita bukan ilmuwan yang bisa menemukan vaksin virus ini, ataupun kita bukan juga seorang tenaga medis yang bertugas langsung menangani pasien, namun kita bisa menumbuhkan sikap solidaritas kepada orang terdekat di lingkungan kita yang membutuhkan pertolongan.

 

Sapaan sederhana itulah yang saat ini diperlukan oleh setiap orang yang menderita. Kita yang lebih dulu merasakan kasih Allah dapat menjadi perpanjangan tanganNya. Sapaan Tuhan kepada kita dengan mengijinkan semua ini terjadi, tentunya ingin menunjukkan bahwa penyertaanNya sempurna dan bahwa rancanganNya adalah rancangan damai sejahtera.

 

Pada akhirnya, jawaban atas pertanyaan “Corona adalah kutukan atau berkat?” dapat ditentukan dari bagaimana cara kita memandang dengan kaca mata iman yaitu bahwa Tuhan senantiasa hadir dalam hidup kita dan memberikan pemeliharaan yang sempurna. BerkatNya akan selalu tercurah bagi umat yang percaya padaNya. Hiduplah semakin dekat dalam keluarga dan saling memperbaiki relasi antar sesama anggota keluarga yang mungkin dulu masih kurang harmonis. Itulah berkat yang dapat kita rasakan dan syukuri.

 

Oleh karena itu, marilah kita bersama-sama berdoa bagi setiap orang yang terjangkit Covid-19 agar mereka mengalami mukjizat kesembuhan berkat kasih karunia Allah. Bagi setiap pemangku jabatan, semoga mereka dapat mengambil keputusan yang bijaksana dalam usaha menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Mari menyebarkan hal-hal yang positif dan tidak membuat kepanikan agar kita semakin aktif dalam menyampaikan kabar keselamatan. Semoga pandemi virus Covid-19 dapat segera berlalu dan semua aktivitas kembali berjalan normal. Tuhan memberkati.

 

Oleh: Sistin Asri Ani, Pandaan, Kab. Pasuruan

Dimuat dalam buletin Fides Et Actio edisi No.120, Juni thn 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *