Jurnalistik, bukan soal ilmu pengetahuan

Pocket

Dalam rangka memperingati 400 tahun Kongregasi Misi (CM), beberapa imam beserta tim yang sudah dibentuk merancang sebuah rencana penulisan buku. Buku yang akan ditulis berisi kenangan akan para misionaris awali CM yang berkarya di Indonesia. Untuk itu berbagai persiapan dilakukan seperti mendata para narasumber dan membuat agenda kerja. Salah satu dari agenda yang telah direncanakan yakni pada tanggal 18 – 20 Januari 2017,  beberapa romo beserta tim, menggelar workshop yang bertujuan agar para tim penulis buku semakin kreatif dalam proses penulisan buku. Workshop yang berlangsung di Provinsialat CM ini dibawakan oleh seorang jurnalis dan penulis buku A. Bobby Pr. Peserta terdiri dari 7 pastor CM, 2 Frater CM dan 7 orang lainnya awam. Para peserta tampak antusias. Bobby pun tampak energik dalam memberikan materi. Bahasa jurnalistik, berita dan feature menjadi meteri utama dalam workshop.

 

Menjadi jurnalis tidak perlu bakat. Modal utama adalah berlatih, berlatih dan berlatih. “Bakat buang ke laut”, ungkap Bobby. Latar belakang para peserta bukan seorang penulis akan tetapi mereka mau untuk belajar dan berusaha. “Pelatihan ini penting bagi kita agar kedepannya semakin tajam dan terampil dalam proses penulisan” kata RP. Wawan CM, selaku peserta sekaligus ketua panitia.

 

Tiga hari berjalan begitu cepat. Seluruh materi sudah disampaikan oleh Bobby, termasuk saat praktik langsung menulis feature. Peserta berhasil menulis feature dalam waktu yang singkat dan itu sangat memuaskan. Ini menjadi modal baik untuk nantinya menulis jejak para misionaris CM. siapapun bisa menulis buku. Jurnalistik bukan soal ilmu pengetahuan tetapi soal keterampilan. Para peserta sangat optimis. Mereka yakin bisa menerbitkan buku. Mengakhiri pelatihan dalam catatannya Bobby menulis “ saya hanya menabur benih penulisan. Mereka akan merawat keterampilan yang sudah didapat agar mampu menyusun buku inspiratif nantinya”.

 

Oleh : Aden Nanda Alvino

 

Tambahan redaksi :

Pada kesempatan ini, YKBS mengirimkan 3 orang wakilnya yakni Lasmidi, Mahrawi dan Agus Eko untuk belajar jurnalistik dan proses pembuatan buku.

Please follow and like us:
0

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: