Update Keterlibatan SRK Dalam Tanggap Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Palu, Donggala dan Sigi

Pocket

Sejak keberangkatan tim rapid assessment (RA) pada tanggal 11 Oktober 2018 ke Palu, tim SRK di Surabaya mengalami kesulitan untuk kontak dengan mereka karena pada saat itu, infrastruktur komunikasi masih belum pulih. Listrik masih belum menyala dan sinyal HP timbul tenggelam, bahkan tidak ada sinyal sama sekali. Sehingga tim SRK yang di Surabaya mengalami kesulitan untuk memberikan update terkini tentang kondisi penyintas disana dan juga kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh tim RA. Pada saat-saat tertentu ketika mereka melakukan assessment dan mendapatkan sinyal, mereka baru dapat memberikan foto-foto kondisi disana dan apa saja yang sudah mereka lakukan. Saat ini sarana komunikasi sudah mulai pulih, meski kadang sinyal HP masih timbul tenggelam.

 

Berikut ini beberapa foto yang dikirimkan oleh tim RA yang sudah berada disana sejak tgl. 11 Oktober 2018. Catatan lengkap dari tim RA akan kami update di lain waktu.

 

17 Oktober 2018 : Koordinasi dengan warga untuk pembentukan posko dusun 1, desa Salua, Kec. Kulawi, Kab. Sigi.

18 Oktober 2018 : Warga membangun posko dengan swadaya. Seluruh material posko berasal dari pinjaman atau pemberian dari warga sendiri. 18 orang warga dengan semangat membangun posko yang juga akan digunakan untuk menyimpan barang bantuan.

01. persiapan tali rotan
02. buat rangka tenda
03. ikat pakai tali rotan
04. rangka mulai terbentuk
05. pasang papan untuk taruh logistik
06. bersihkan papan dari bekas gergajian
07. penutup samping pakai seng
08. istirahat sambil ngopi dan makan singkong goreng
09. pasang terpal
10. posko sudah diap tampung logistik

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

19 Oktober 2018 : warga belajar mengisi form distribusi

 

20 Oktober 2018 : Distribusi logistik. Warga satu satu di panggil oleh Pak koordinator, diberi pengarahan langsung ke warga ttg apa saja; ttg srk, tertib administrasi dll.

 

Jumlah paket masih terbatas karena masih sulitnya mendapatkan barang-barang yang diperlukan. Item paket pada saat ini adalah kebutuhan yang mendesak pada saat itu, yakni :

  • Beras 3 gayung
  • Minyak goreng 1 liter
  • Gula 500 gram
  • Garam 250 gram

 

bersambung….

Please follow and like us:
0

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: